my own little world" /> my own little world" />

« Home | :: unlucky :: » | :: terjawab sudah :: » | :: help me :: » | :: broken laptop :: » | :: high demands for air-conditioning :: » | :: you've got a friend :: » | :: duka anak negeri :: » | :: back to reality :: » | :: internet addict :: » | :: great match :: » 

10.8.06 

:: teror vs damai ::

Ngga ada tempat aman di dunia ini. Coba tonton, baca & dengar berita.

Kemaren orang dikejutkan dengan bom di Colombo, Sri Lanka dan pagi ini mereka kembali dikejutkan dengan teror di bandara-bandara di Inggris, terutama ditujukan kepada pesawat-pesawat yang akan terbang ke Amerika. Kalau yang hari ini sih saya sih cuma tertawa saja, sambil tetap berdoa. Paling ini karena perang di Timur Tengah. Akhirnya yang ada hanya saling balas antara negara-negara yang setuju & tidak setuju.

Beberapa hari lalu ketika saya diundang makan malam oleh teman-teman saya orang Venezuela & Colombia, kami membahas keunikan negara masing-masing. Salah satu dari mereka (Toni) punya keinginan berkunjung ke Indonesia & juga negara-negara Asia Tenggara. Pastinya sih dia pengen ke Bali dan tempat-tempat eksotik lainnya di Indonesia. Teman saya yang lain (Oswaldo) malah bilang kalau dia agak takut ke Bali karena pasti jadi sasaran bom teroris.

Toni tidak setuju soal itu. Dia bilang kalau di mana pun bisa jadi sasaran tetoris seperti contohnya di Madrid (2004) & London (2005). Banyak orang selama ini mengira kalau tinggal di Eropa lebih aman karena damai dan tak ada gangguan. Namun akhirnya orang terkejut dengan kejadian di Madrid & London tersebut. Bahkan menurut Toni, di Bournemouth pun bisa juga tiba-tiba ada bom terutama karena saat ini lagi ramai & banyak orang berlibur. Saat itu saya protes & agak kesal sama Oswaldo. Seenaknya menuduh negara saya ngga aman.

Ketika bom di London tahun lalu, saya pun jadi berpikir dan bertanya. "Kok sudah jauh-jauh saya ke sini, masih juga dihantui bom." Masyarakat di London yang awalnya sempat trauma naik tube & underground, akhirnya pun pasrah dengan kenyataan. Ketika ada bom di Bali tahun lalu, saya baru pulang berlibur dari sana dua minggu sebelumnya. Teman saya yang juga dari Bali, malah baru mendarat di Soekarno-Hatta ketika itu. Toh pada intinya kita memang tidak pernah kapan bencana itu akan datang.

Satu-satunya cara agar belahan dunia mana pun aman, hanya dengan perdamaian. Namun kayaknya hal itu bakal lama terwujud. Beberapa pemimpin negara masih ingin menjadi nomor satu dan menjadi penguasa dunia. Tidak lagi ada pengertian dan keinginan untuk memahami rakyatnya yang ingin hidup tenang. Kita sebagai rakyat kecil & orang biasa, akhirnya hanya bisa banyak berdoa saja agar perdamaian cepat terwujud. Amin!***

ps: For Indonesian in the UK, please visit Pengumuman KBRI

Kucrit, setuju banget!

Baca post di blog gue..
http://fword.blogspot.com/2006/08/do-we-really-need-travel-warnings.html

Post a Comment