my own little world" /> my own little world" />

24.2.05 

:: that's what friends are for ::

arti sebuah persahabatan... inspired by nina's journal

Hari ini sempet baca jurnal seorang kawan yang deket-deket jauh ato jauh-jauh deket [whatever!!!] tentang rasa sepi krn berpisah dari sahabatnya 5 tahun terakhir. Malem sebelumnya, gue sempet chat ama dia. Mule dari ngomongin sekolah, rencana traveling, mantan pacar & sampe lah kita pada pembicaraan sahabat.

Tanpa gue sadari, tiba-tiba arti mata gue menetes. Teringat akan beberapa sahabat di seberang lautan yang di antaranya dipertemukan belasan tahun lalu [jadi berasa tua!]. Betapa mereka tau kisah hidup gue dari jaman SD sampe sekarang. Saat gue nakal, jatuh cinta, putus cinta, bahagia, berduka..semuanya mereka tau.

Pas kuliah, mulailah kita semua disibukkan dengan kegiatan di kampus yang berbeda-beda. Tibalah saat di mana kita semua akhirnya dipisahkan oleh jarak & waktu. Si A ke mana, si B ke mana, si C di mana, dst... Awalnya semua kayak bahagia aja di tempat baru. Namun, akhirnya waktu juga yang membawa kita semua terombang-ambing dalam arus kehidupan. Untung teknologi udah canggih. Mailing list 'bespren' pun dibuat. Cerita-cerita bergelimpangan. Ada yang bahagia, ada yang sedih, ada yang jatuh cinta, ada yang putus cinta. Gue rasanya seneng banget, ternyata persahabatan gue & mereka ngga terputus meskipun jauhan semua.

Di tempat baru kita semua, kita mulai berkenalan dengan teman-teman baru lagi. Gue contohnya, diawali dengan pertemanan saat ospek, sampai akhirnya menjadi persahabatan yang begitu seru & heboh. Bayangin aja, berteman tapi beda suku semua. Persamaannya cuma kalo ngomong volumenya kenceng-kenceng..hehe.. Mereka juga tau kisah hidup gue selama kurang lebih 5-6 tahun terakhir. Setelah kuliah slese, ehhh harus dipisahkan lagi oleh jarak & waktu. Kesibukan lagi lah yang membuat kita seakan-akan lupa satu sama lain.

Suatu hari, rasa sepi dateng. Orang pertama yang muncul di pikiran, pasti sahabat-sahabat gue. Mau jarak sejauh apapun, begitu telpon ato chatting ama mereka, pasti rasa senang muncul lagi. Ada temen gue yang bilang, mungkin rasa sepi itu dateng karena kita ngga mau keluar dari 'comfort zone' kita selama ini. Gue sempet mikir, apa iya ya? Kayaknya ngga juga. Rasa sepi itu muncul bukan karena di sini ngga ada temen, tapi karena memang sahabat-sahabat gue itu semua adalah orang-orang terbaik yang pernah gue kenal. Tanpa mereka, mungkin gue ngga akan menjadi survivor. Tanpa mereka, gue mungkin udah jatuh entah ke mana. Betapa sahabat-sahabat gue itu berarti banget untuk gue. Sekarang kerasa banget rindu ama mereka semua. Rindu rasanya berkumpul bersama lagi, mengisi hari-hari sepi ini.

Love you always girls!!!

23.2.05 

:: kamarana atuh gaya ::

Kisah rok mini & alkohol...

Hari ini dinginnya luar biasa. It was said 0 degree celcius, but feels like -6 degree...huhuhu...luar biasa!!!

Ya layaknya keadaan musim dingin, orang-orang berbalut coat panjang & hangat berjalan cepat menyusuri jalanan di town centre. Ada yang mencoba lebih menghangatkan diri lagi dengan mengenakan sarung tangan & topi kupluk. Begitu pun aku.

Tiba-tiba mataku terhenyak ketika seorang perempuan berkulit putih yang biasa disebut 'bule' berpapasan dengaku. Dia mengenakan rok mini & atasan seadanya di tengah-tengah suhu minus ini. Oh my God...it's crazy, isn't it?

Kemudian aku masuk ke sebuah toko telepon genggam yang pegawainya kebetulan ramah-ramah. Salah seorang pegawai laki-laki kemudian menunjuk ke luar jendela. Ujung telunjuknya tertuju pada seorang gadis 'bule' ber-rok mini lagi. "Isn't it cold outside?", he asked me. Aku tersenyum tanda mengiyakan pertanyaannya. He added, "It's crazy. People try to be as cool as possible by wearing silly things. Next week that girl will meet a GP [doctor] and stay in bed for 1 week." Aku tertawa. Aku merasa senang ada orang yang ternyata pikirannya sejalan sama aku.

Pemandangan seperti ini sering terlihat di sini. Belum lagi kalau weekend tiba. Semua perempuan selalu ingin memiliki penampilan berbeda dari weekdays. Mulai lah tuh 'bule-bule' pake rok semini mungkin, atasan terbuka di mana-mana. Bahkan sebagian besar dari mereka memberanikan diri tidak mengenakan coat ataupun penghangat badan lainnya...Gila!!! Mau tau alasan mereka? Supaya mreka tidak perlu menitipkan jaket/coat mreka ketika mreka masuk ke pub/nightclub! Mereka tidak mau mengeluarkan 1 pound hanya untuk menitipkan jaket. Lebih baik uang itu mereka pake untuk menkonsumsi alkohol.

Ngomong-ngomong tentang penitipan jaket, aku jadi teringat akan pekerjaanku di cloakroom [tmpt penitipan jaket]. Kadang kalo pekerjaan lagi ngga sibuk banget, aku & rekan kerjaku malah berbuat dosa dengan menertawakan perempuan-perempuan yang lewat mengenakan rok mini & tanpa baju hangat.

Yaa memang tidak semua berpikiran setidak waras itu sih. Namun kalo aku pikir, kayaknya banyakan yang tidak waras daripada yang waras...hehehe...

Siang ini, crita rok mini itu bertambah ketika aku bertemu dengan seorang perempuan Asia yang baru memulai kuliahnya di universitasku. Di saat aku mengenakan long coat, topi kupluk & sarung tangan, dia hanya melekatkan rok mini kulit, kaos lengan panjang & jaket pendek di tubuhnya. Gila juga nih, aku pikir. Bahkan skrg perempuan yang tidak 'bule' pun mulai berpikiran tidak waras.

Setelah aku renungi lagi, mungkin itulah pilihan mereka. Bergaya semaksimal mungkin tanpa memandang & peduli akan cuaca beku yang menggila. Aku hanya bisa terus mendoakan mereka agar mereka terjauh dari rematik di usia dini...hehehe...

kamarana atuh gaya??!!!

22.2.05 

:: me & the shadow ::

ada apa denganku & bayangan?

bayangan itu [mungkin] adalah bayangan masa lalu yg masih terus mengiringiku...

bayangan yang aku sendiri tak kuasa meninggalkannya...

bayangan yang dengan berbagai cara aku coba hapus...

hasilnya? belum banyak berubah, tapi ada kemajuan! bravo for myself...

aku bangga bisa bertahan...

i am a survivor between me & the shadow...

 

:: kapan...entah ::

Ada sebuah pertanyaan yang sering muncul di hadapanku...
"Kapan pulang?!"...
Sebuah pertanyaan yang aku sendiri pun tidak bisa menjawab..Jawabannya aku serahkan pada-Nya...Mungkin kalo boleh, aku ingin pulang sekarang karena rasa rindu akan keluarga begitu menggebu akhir-akhir ini...
Namun kalau boleh jujur, aku sebenarnya takut pulang...Takut terbongkar lagi semua masa lalu yang masih suka menyayat hati...Besar harapanku untuk dapat memulai hidup baru di sini...Tanpa mengurangi rasa hormat pada sahabat-sahabat yang membantuku bertemu Mr.Right, kayaknya aku ingin mencoba sendiri saja dulu...Ya, hidup baru & mencoba bertahan di sini...
Kembali ke pertanyaan 'kapan' tadi, aku tak pernah tau kawan...Kalo udah mentok, aku pasti pulang...Aku juga rindu kalian...Rindu keluarga...Rindu makanan padang...Rindu soto buatan mbahku...Rindu sup kacang merah mamaku...Rinduuuuuu
Kini bila kau bertanya lagi 'kapan', aku hanya bisa menjawab...
"Entah!"...

 


me & the shadow Posted by Hello