my own little world" /> my own little world" />

« Home | :: i love beach :: » | :: finally :: » | :: meet the guy :: » | :: welcome home :: » | :: who when how :: » | :: 10 things I miss about Indonesia :: » | :: bored :: » | :: manchy :: » | :: 24 years ago :: » | !!! seven days to go !!! » 

22.8.05 

:: maaf ::


Aku membaca sebuah tulisan satu paragraf di sebuah majalah perempuan. Kalimat-kalimat yang ada tampak sederhana. Namun memiliki pengaruh luar biasa dalam diriku.


Masing-masing dari kita pernah disakiti orang yang dipercayai, entah itu teman, kekasih atau keluarga. Ketika hal itu terjadi, rasanya pahit dan sangat menyakitkan. Kita semua pasti juga pernah menipu diri, dengan mengira pikiran jahat mampu melampiaskan dendam dari luka tersebut. Namun kenyataannya, ketika menghidupkan api dendam, hal ini akan menenggelamkan kita dalam kondisi jiwa tak sehat. Hanya dengan memaafkan, anugerah damai dan ketenangan baru akan dapat dicapai. ANUGERAH MAAF, MEMBESARKAN ANDA!

Kata demi kata, kalimat demi kalimat tersebut, sungguh luar biasa bagiku. Memang beberapa bulan terakhir, aku sedang belajar memaafkan. Memaafkan diri sendiri yang pernah melakukan kesalahan besar dalam hidup. Rupanya tanpa aku sadari, kesalahan itu masih terus menghantui kehidupanku dan lambat laun membuatku terpuruk, tak punya gairah hidup. Membuat hidupku tampak kelam dan kelabu terus-menerus.

Aku pun harus memaafkan diri sendiri yang terlalu percaya sama orang yang ternyata akhirnya membohongiku. Kebohongannya membuatku begitu terluka dan sulit memaafkannya. Aku mulai mencoba segala cara agar dapat memaafkannya, dengan menanam kebencian terhadapnya dalam diriku, yang ternyata malah membuatku terus memikirkan kebohongannya. Meskipun mungkin bukan maksudnya untuk membohongi, tetapi bagiku ia telah membohongiku dan merusak kepercayaanku selama ini.

Untuk memaafkan, kita butuh kebesaran hati dan kesabaran. Hal-hal tersebut lah yang sedang aku coba bangun kembali dalam diri ini. Kebesaran hati untuk bisa melupakan segala hal dan memandang ke depan agar aku bisa bangkit lagi dan memiliki semangat hidup baru. Kesabaran untuk mengikuti alur kehidupan yang kadang di atas, kadang di bawah. Kesabaran untuk menunggu bahwa waktu yang akan menjawab segalanya.